Surah Al-Kahf di Hari Jumat: Panduan Mendengarkan

Panduan membaca Surah Al-Kahf di hari Jumat: hadis keutamaannya, sepuluh ayat pertama dalam bahasa Arab dan Indonesia, serta lama waktu mendengarkannya.

Dengarkan Surah Al-Kahf

Surah Al-Kahf, surah kedelapan belas dalam Al-Qur'an, diturunkan di Makkah, terdiri dari 110 ayat, dan membutuhkan sekitar 23 menit untuk didengarkan penuh. Inilah surah yang banyak dicari orang khusus pada hari Jumat, karena ada hadis yang menganjurkan membacanya pada hari itu, dan sepuluh ayat pertamanya memiliki hadis tersendiri yang terpisah. Berikut kedua hadis tersebut beserta derajatnya, sepuluh ayat pertama secara lengkap dalam bahasa Arab dan Indonesia, serta tautan untuk mendengarkan surah secara penuh.

Mengapa Surah Al-Kahf dibaca pada hari Jumat

Kebiasaan ini bersumber dari hadis dalam Mishkat al-Masabih nomor 2175, yang dinilai hasan oleh al-Albani: "Barangsiapa membaca surah Al-Kahf pada hari Jumat, maka cahaya akan bersinar baginya hingga Jumat berikutnya." Hadis tunggal inilah seluruh dasar kebiasaan tersebut, dan di dalamnya tidak disebutkan jam tertentu di hari Jumat.

Dalam praktiknya, banyak orang mendengarkan 23 menit ini kapan pun waktu itu tersedia pada hari Jumat: setelah Subuh, saat di perjalanan, atau sebelum shalat Jumat. Ada juga yang membaginya menjadi beberapa sesi lebih singkat sepanjang hari. Hadis itu sendiri menyebut membaca; mendengarkan dengan saksama membantu banyak orang untuk tetap dekat dengan surah ini dan melancarkan bacaan mereka sendiri.

Sepuluh ayat pertama dan hadis tentang Dajjal

Ada hadis kedua yang terpisah, khusus tentang pembukaan surah ini. Dalam Sahih Muslim nomor 809a, Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surah Al-Kahf, ia akan dilindungi dari Dajjal." Ibnu Katsir mencatat hadis ini tepat di awal tafsirnya untuk surah Al-Kahf.

Sepuluh ayat itu, yang dikutip lengkap di bawah, juga menjadi tempat surah ini menjelaskan alasan diturunkannya: pujian atas Al-Qur'an, peringatan bagi siapa saja yang mengklaim Allah memiliki anak, pengingat bahwa kehidupan dunia ini adalah ujian dan bukan tempat menetap, lalu diikuti awal kisah yang menjadi asal nama surah ini, yaitu para pemuda yang berlindung di dalam gua.

Surah Al-Kahf 18:1-10 dalam bahasa Arab dan Indonesia

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُ عِوَجًا ۜ ﴿١﴾ قَيِّمًا لِّيُنذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِّن لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا ﴿٢﴾ مَّاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا ﴿٣﴾ وَيُنذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا ﴿٤﴾

الكهف: ⁦1-4⁩

"Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Alquran) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok; sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik, mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, "Allah mengambil seorang anak.""

Al-Kahf 18:1-4, Kemenag

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah membuka surah ini dengan memuji diri-Nya sendiri karena telah menurunkan sebuah Kitab yang tidak ada kebengkokan atau kerancuan di dalamnya, sebuah peringatan yang jelas bagi yang menolaknya dan kabar gembira bagi yang beriman dan beramal dengannya. Peringatan yang disebut secara khusus di sini, menurutnya, ditujukan kepada mereka yang mengatakan Allah mengambil seorang anak.

مَّا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآبَائِهِمْ ۚ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ ۚ إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا ﴿٥﴾ فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلَىٰ آثَارِهِمْ إِن لَّمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا ﴿٦﴾

الكهف: ⁦5-6⁩

"Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (suatu) kebohongan belaka. Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Alquran)."

Al-Kahf 18:5-6, Kemenag

Ayat ini adalah penghiburan sekaligus penggambaran keadaan. Ibnu Katsir menghubungkannya dengan ayat lain dalam Al-Qur'an yang memerintahkan Nabi ﷺ agar tidak membinasakan dirinya karena kesedihan atas orang-orang yang menolak beriman, sebab tugas beliau hanyalah menyampaikan, bukan menanggung hasilnya.

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ﴿٧﴾ وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا ﴿٨﴾

الكهف: ⁦7-8⁩

"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah diantaranya yang terbaik perbuatannya. Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering."

Al-Kahf 18:7-8, Kemenag

Ibnu Katsir membaca kedua ayat ini sebagai kerangka bagi seluruh surah: dunia sengaja dibuat menarik, sebagai ujian siapa yang beramal paling baik, bukan sebagai tempat menetap selamanya, karena pada akhirnya keindahan itu sendiri akan dijadikan tanah tandus.

أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا ﴿٩﴾ إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا ﴿١٠﴾

الكهف: ⁦9-10⁩

"Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqīm itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan? (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, "Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.""

Al-Kahf 18:9-10, Kemenag

Menurut Ibnu Katsir, kalimat pembuka kisah ini justru mengecilkan perkara tersebut, bukan membesarkannya: penciptaan langit dan bumi jauh lebih menakjubkan daripada kisah penghuni gua, dan itu hanyalah satu tanda di antara banyak tanda kekuasaan Allah. Setelah itu Allah menceritakan bagaimana para pemuda beriman itu berlindung ke dalam gua karena takut fitnah kaum mereka, dan bagaimana mereka berdoa memohon rahmat serta petunjuk yang lurus dari Allah.

Berapa lama waktu untuk mendengarkan Surah Al-Kahf

Rekaman Quran Orb untuk surah ini secara penuh, dibacakan oleh Syekh Maher Al-Muaiqly dengan riwayat Hafs an Asim, berdurasi 1.393 detik: 23 menit 13 detik. Bacaan Syekh Maher Al-Muaiqly ini bergaya murattal, yaitu tempo yang stabil dan tidak terburu-buru yang digunakan pada hampir semua rekaman surah lengkap, sehingga temponya relatif merata sepanjang 110 ayat.

Rutinitas mendengarkan yang sederhana untuk hari Jumat

Pola sederhana untuk hari Jumat yang sibuk: putar 23 menit penuh sekali saja, kapan pun waktunya benar-benar tersedia di hari itu, daripada menunggu momen tenang yang ideal namun mungkin tidak pernah datang. Jika hanya ada sepuluh menit, sepuluh ayat pertama yang dikutip di atas sudah menjadi satu bagian utuh tersendiri, cukup pendek untuk diulang-ulang hingga hafal, dan itulah sebenarnya inti dari hadis kedua di atas. Prinsip yang sama dengan membangun kebiasaan mendengarkan Quran harian, yaitu mengaitkannya dengan sesuatu yang sudah terjadi setiap minggu, berlaku sama baiknya untuk satu surah mingguan: secangkir kopi pagi Jumat, perjalanan menuju shalat Jumat, atau tepat setelahnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah hadis tentang keutamaan Surah Al-Kahf pada hari Jumat itu shahih?

Ya, dalam arti derajatnya diterima: hadis ini tercatat dalam Mishkat al-Masabih nomor 2175, dan dinilai hasan oleh al-Albani, satu tingkat di bawah shahih namun tetap derajat yang dapat diterima di kalangan ahli hadis.

Apakah sepuluh ayat pertama harus dihafal agar hadis tentang Dajjal berlaku?

Hadis dalam Sahih Muslim nomor 809a menyebutkan menghafal, bukan sekadar membaca atau mendengarkan. Mendengarkan berulang-ulang, seperti dijelaskan di atas, adalah cara yang wajar untuk menuju hafalan.

Berapa jumlah ayat Surah Al-Kahf secara keseluruhan?

110 ayat, diturunkan di Makkah. Sepuluh ayat pertama dikutip di atas; surah ini secara keseluruhan memuat beberapa kisah panjang lainnya, termasuk penghuni gua, pemilik dua kebun, Musa dan al-Khidr, serta Dzulqarnain.

Apakah penting memilih qari tertentu untuk didengarkan?

Tidak, untuk keperluan hadis ini tidak disebutkan qari tertentu. Rekaman Quran Orb menggunakan bacaan murattal Syekh Maher Al-Muaiqly dengan riwayat Hafs an Asim, dengan tempo stabil yang cocok untuk mendengarkan penuh pertama kali atau untuk mengulang ayat-ayat pembuka saat menghafalnya.

Sumber

  • Terjemahan Kemenag
  • Tafsir Ibnu Katsir
  • Mishkat al-Masabih 2175, dinilai hasan oleh al-Albani
  • Sahih Muslim 809a