Cara termudah memulai kebiasaan mendengarkan Quran bersama anak adalah mulai dari surah-surah terpendek, dan menjaga setiap sesi tetap singkat. Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas adalah empat surah pendek yang paling dikenal dalam Al-Quran, dan rekaman Quran Orb sendiri dengan suara Maher Al-Muaiqly berdurasi 17 sampai 38 detik saja per surah. Durasi sesingkat ini penting secara praktis: klip yang selesai dalam waktu kurang dari satu menit akan tuntas sebelum perhatian anak sempat teralihkan, dan cukup pendek untuk diputar ulang dua atau tiga kali dalam satu duduk.
Mengapa mulai dari surah terpendek
Surah yang panjang menuntut banyak dari sesi mendengarkan pertama. An-Nisa saja membutuhkan lebih dari satu jam untuk dibaca lengkap, bahkan surah dengan panjang sedang seperti Ar-Rahman berdurasi lebih dari tujuh menit. Memulai dari surah yang selesai dalam waktu kurang dari 40 detik langsung menghindari masalah ini: seluruh bacaan selesai sebelum perhatian siapa pun beralih, dan klip pendek mudah diputar ulang segera, dan begitulah cara seorang anak mulai mengenal sebuah bacaan.
Ini juga praktis bagi orang tua. Sesi lima menit sebelum tidur atau setelah Subuh cukup lapang untuk keempat surah ini, diputar sekali atau bahkan dua kali, tanpa perlu melihat jam.
Empat surah untuk memulai
Durasi sebenarnya, dari rekaman Quran Orb sendiri dengan bacaan Maher Al-Muaiqly dalam riwayat Hafs:
- Al-Fatihah, 38 detik. Surah pembuka yang dibaca di setiap rakaat setiap shalat, sehingga biasanya menjadi surah pertama yang paling sering didengar anak dalam kehidupan sehari-hari dengan sendirinya.
- Al-Ikhlas, 17 detik. Salah satu surah terpendek dalam Al-Quran, empat ayat singkat tentang keesaan Allah.
- Al-Falaq, 25 detik. Surah pendek yang memohon perlindungan, ditujukan kepada "Tuhan yang menguasai subuh."
- An-Nas, 30 detik. Surah terakhir dalam Al-Quran, ditujukan kepada "Tuhannya manusia."
Al-Fatihah dibuka dengan pujian:
"Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,"
Al-Fatihah 1:2, Kemenag
Al-Ikhlas secara utuh berbunyi:
"Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.""
Al-Ikhlas 112:1-4, Kemenag
Tafsir Ibn Kathir menjelaskan bahwa "Yang Maha Esa" berarti Allah tidak memiliki tandingan, tidak memiliki pembantu, tidak memiliki saingan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya, sementara "tempat meminta segala sesuatu" berarti Dia adalah penguasa yang sempurna kendali-Nya, yang menjadi tujuan seluruh makhluk untuk memenuhi kebutuhan mereka. Empat ayat pendek, tetapi maknanya sudah utuh dengan sendirinya, dan itulah salah satu alasan mengapa mudah untuk kembali mengulanginya.
Al-Falaq dan An-Nas biasanya dibaca berpasangan. Tafsir Ibn Kathir menjelaskan bahwa "Al-Falaq" berarti waktu subuh, sehingga surah ini dibuka dengan memohon perlindungan kepada Tuhan pemilik waktu subuh yang akan datang, dari kejahatan seluruh makhluk ciptaan-Nya. Sementara An-Nas menutup Al-Quran dengan menyebut tiga sifat Allah sekaligus: Dia adalah Tuhan, Raja, dan sesembahan bagi manusia, dan kepada-Nyalah perlindungan dimohonkan dari kejahatan bisikan yang bersembunyi.
Murottal untuk anak sebelum tidur: kebiasaan yang sudah ada dalam surah-surah ini
Membaca ketiga surah pendek ini setiap malam bukanlah gagasan baru yang dibuat oleh artikel ini; ini adalah kebiasaan yang memiliki haditsnya sendiri. Aisyah meriwayatkan bahwa setiap kali Nabi ﷺ hendak tidur setiap malam, beliau merapatkan kedua telapak tangannya, membaca Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas ke dalamnya, meniupkannya, lalu mengusapkannya ke bagian tubuh yang bisa dijangkau, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuhnya, dan beliau melakukannya tiga kali (Sahih al-Bukhari 5017).
Kebiasaan ini, membaca ketiga surah pendek sebelum tidur, mudah diubah menjadi kebiasaan mendengarkan malam hari untuk anak: ketiga surah bersama-sama berdurasi sekitar 72 detik, cukup singkat untuk diputar sebagai hal terakhir sebelum lampu dimatikan, dan cukup singkat sehingga seiring waktu anak bisa mulai ikut membacanya.
Membangun sesi mendengarkan harian yang singkat
Beberapa kebiasaan praktis membuat ini lebih mudah dipertahankan daripada satu usaha besar sekali jalan:
- Batasi pada lima sampai sepuluh menit. Empat surah yang durasi terpanjangnya pun tidak sampai 40 detik memberi banyak ruang untuk pengulangan, tanpa membuat sesi menjadi panjang.
- Ulangi surah yang sama selama beberapa hari sebelum berpindah ke surah berikutnya. Keakraban adalah yang membuat surah pendek benar-benar melekat; berpindah terlalu cepat hanya berarti mulai dari awal lagi setiap hari.
- Putar lebih dari sekali dalam satu sesi. Surah 17 detik seperti Al-Ikhlas bisa diputar tiga kali dalam waktu kurang dari satu menit, dan ini lebih membantu keakraban daripada memutarnya sekali lalu berhenti.
- Kaitkan dengan sesuatu yang sudah terjadi setiap hari, seperti setelah Subuh atau sebelum tidur, daripada mencari waktu baru dalam sehari.
Qari mana yang cocok untuk anak? Suara yang jelas dan tenang
Untuk mendengarkan singkat yang berulang, suara yang tenang dan jelas cenderung lebih menjaga perhatian dibanding suara yang sangat berornamen, dan ini salah satu alasan mengapa bacaan murattal, gaya yang tenang dan berirama stabil yang digunakan di sebagian besar rekaman mushaf lengkap, lebih cocok untuk tujuan ini dibanding gaya mujawwad yang lebih lambat dan lebih berornamen. Al-Quran sendiri menyebut bacaan yang tenang dan terukur sebagai tartil. Tentang suara bacaan, Nabi ﷺ bersabda: "Hiasilah Al-Qur'an dengan suara kalian" (Sunan Abi Dawud 1468, dinilai sahih oleh al-Albani). Untuk penjelasan lebih lanjut tentang perbedaan gaya tilawah, lihat panduan kami tentang gaya tilawah Quran.
Setelah keempat surah ini terasa akrab, pendekatan sesi singkat yang sama juga berlaku untuk membangun kebiasaan mendengarkan Quran harian dengan surah yang sedikit lebih panjang.
Pertanyaan yang sering diajukan
Surah pendek apa yang paling mudah untuk mulai didengarkan bersama anak?
Al-Ikhlas, yang hanya berdurasi 17 detik dalam rekaman Quran Orb dengan suara Maher Al-Muaiqly. Disusul Al-Falaq (25 detik) lalu An-Nas (30 detik), dan ketiganya secara tradisional dibaca bersamaan.
Berapa lama sesi mendengarkan yang tepat untuk anak?
Lima sampai sepuluh menit cukup untuk memutar beberapa surah pendek, termasuk pengulangan, tanpa membuat sesi terasa panjang. Singkat dan harian bekerja lebih baik daripada panjang dan sesekali.
Apakah ada hadits tentang membaca surah-surah ini sebelum tidur?
Ya. Sahih al-Bukhari 5017 menjelaskan bahwa Nabi ﷺ membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas ke telapak tangannya setiap malam sebelum tidur, lalu mengusapkannya ke tubuhnya, dan melakukan itu tiga kali.
Apakah anak sebaiknya mendengarkan disertai terjemahan, atau bahasa Arab saja?
Keduanya sama-sama titik awal yang baik. Mendengarkan audio Arab membangun keakraban dengan bunyi bacaan, sementara membaca atau mendengarkan terjemahan sesekali membantu maknanya sampai, terutama untuk surah pendek seperti Al-Ikhlas.
Apakah suara qari memengaruhi perhatian anak?
Umumnya ya. Bacaan murattal yang tenang dan jelas biasanya lebih mudah diikuti dan diulang oleh pendengar muda dibanding bacaan mujawwad yang lebih lambat dan berornamen.
Sumber
- Terjemahan Kemenag
- Tafsir Ibnu Katsir
- Sahih al-Bukhari 5017
- Sunan Abi Dawud 1468, dinilai sahih oleh al-Albani