Al-Husary: Mengapa Penghafal Quran Memulai dari Bacaannya

Apa yang ditawarkan rekaman Al-Husary bagi penghafal Quran: murattal riwayat Hafs, tiga riwayat murattal lain, dan rekaman Muallim yang dibuat untuk diulang.

Cari qari terbaik untuk hafalan, dan satu nama muncul lebih sering dari yang lain: Mahmoud Khalil Al-Husary. Ia punya enam rekaman yang dikenal luas: bacaan murattal dalam riwayat Hafs an Asim, bacaan murattal lengkap dalam tiga riwayat lain (Warsh, Qalun, dan al-Duri), satu rekaman mujawwad, dan satu rekaman Muallim, atau pengajaran, yang dibuat khusus agar pendengar bisa mengulanginya keras-keras. Rekaman terakhir inilah yang sebenarnya dicari kebanyakan orang saat mengetik "husary muallim".

Enam rekaman Al-Husary

Al-Husary meninggalkan enam rekaman yang dikenal luas. Empat di antaranya adalah bacaan murattal lengkap 114 surah dalam empat riwayat, ditambah satu rekaman mujawwad dan satu rekaman Muallim:

  • Hafs an Asim, Murattal. Riwayat yang mendasari hampir semua rekaman lain yang pernah Anda dengar secara online.
  • Warsh an Nafi, Murattal. Bacaan lengkap dalam riwayat yang digunakan di Maroko, Aljazair, Mauritania, dan sebagian besar Afrika Barat.
  • Qalun an Nafi, Murattal. Riwayat lain dari imam yang sama dengan Warsh, digunakan di Libya dan Tunisia.
  • Al-Duri an Abu Amr, Murattal. Digunakan di Sudan dan sebagian Afrika Barat.
  • Al-Mushaf Al-Mujawwad. Satu rekaman dengan gaya mujawwad yang lebih lambat dan lebih berhias.
  • Al-Mushaf Al-Muallim. Rekaman pengajaran dalam riwayat Hafs, dibahas di bawah ini.

Jika nama Hafs, Warsh, Qalun, dan al-Duri belum familiar, panduan kami tentang gaya tilawah menjelaskan apa yang sebenarnya membedakan bacaan-bacaan tersebut saat didengar. Dan jika Anda ingin membandingkan qari secara lebih luas, bukan mendalami satu qari, lihat panduan qari terkenal kami.

Rekaman Muallim: dibuat untuk diulang

Rekaman keenam Al-Husary punya label gayanya sendiri: Muallim, yang berarti guru. Rekaman Muallim tidak membaca satu surah secara terus-menerus seperti rekaman Murattal. Satu frasa dibacakan sekali, lalu diikuti jeda, sehingga pendengar punya ruang untuk mengulanginya keras-keras sebelum frasa berikutnya dimulai.

Struktur inilah yang benar-benar dibutuhkan sesi hafalan: audio yang memberi Anda giliran untuk menirukan sebelum bacaan berlanjut. Inilah sebabnya "husary muallim" dicari secara terpisah dari bacaannya yang biasa: rekaman ini berfungsi seperti belajar langsung di hadapan seorang guru.

Mengapa tempo murattal cocok untuk hafalan

Di luar rekaman Muallim sekalipun, bacaan Murattal Hafs Al-Husary yang biasa tetap lambat dan rata, dengan ruang yang jelas di sekitar setiap kata, dan itulah sifat yang paling penting ketika Anda berusaha menyimpan suatu bagian dalam ingatan, bukan sekadar menikmatinya.

Al-Qur'an sendiri menamai cara membaca seperti ini. Allah memerintahkan:

"atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan."

Al-Muzzammil 73:4, Kemenag

Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa perintah membaca Al-Qur'an dengan tartil, yaitu perlahan-lahan, dimaksudkan agar membantu memahami dan merenungkan isinya. Berhenti di setiap frasa, alih-alih terburu-buru menyelesaikan surah, pada dasarnya itulah yang diubah rekaman Muallim menjadi alat mendengarkan yang nyata: satu frasa, lalu ruang untuk memahaminya sebelum frasa berikutnya dimulai.

Menggunakannya dalam siklus hafalan

Rekaman Muallim, atau murattal lambat apa pun, adalah alat, bukan metode tersendiri. Metode yang mengubah mendengarkan menjadi hafalan yang benar-benar melekat tetap berlaku: dengarkan satu bagian pendek jauh lebih banyak dari yang terasa perlu, lalu matikan audio dan bacakan dari ingatan sebelum memeriksa diri Anda terhadap rekaman. Yang diubah rekaman Muallim adalah langkah mendengar-dan-mengulang dalam siklus itu, karena jeda untuk pengulangan sudah dibangun langsung dalam audio, bukan sesuatu yang harus Anda buat sendiri dengan menjeda file berulang kali.

Jika Anda menghafal di luar riwayat Hafs

Karena Al-Husary merekam bacaan Murattal lengkap dalam Warsh, Qalun, dan al-Duri selain Hafs, rekamannya menjadi salah satu dari sedikit tempat bagi pendengar yang menghafal dalam riwayat selain Hafs an Asim untuk menemukan tempo lambat dan berjeda yang sama seperti pada rekaman Hafs. Ini penting, karena hampir semua audio Quran yang beredar luas secara online berada dalam riwayat Hafs an Asim, dan berganti qari, atau berganti riwayat, di tengah proyek hafalan cenderung mengganggu kemajuan yang sudah dicapai.

Rekaman Mujawwad adalah alat yang berbeda

Rekaman Mujawwad Al-Husary melayani tujuan yang berbeda. Gaya mujawwad lebih lambat lagi daripada murattal, tetapi dengan cara yang berbeda: qari membuka jangkauan suaranya, kembali ke satu frasa dan memvariasikannya, dan membiarkan jeda berlangsung lama demi keindahan bacaan, bukan demi pengulangan. Rekaman ini cocok bagi orang yang duduk untuk mendengarkan dengan sungguh-sungguh, bukan mengikuti frasa demi frasa dengan mushaf terbuka.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Hiasilah Al-Qur'an dengan suara kalian" (Sunan Abi Dawud 1468, dinilai sahih oleh al-Albani). Rekaman Mujawwad memperdengarkan suara Al-Husary dalam bentuknya yang paling berhias, sedangkan rekaman Muallim memakai suara yang sama untuk tujuan yang lebih sempit dan lebih praktis.

Al-Qur'an menggambarkan dirinya sendiri sebagai dibuat justru untuk pengulangan semacam ini:

"Dan sungguh, telah Kami mudahkan Alquran untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"

Al-Qamar 54:17, Kemenag

Rekaman yang lambat, berjeda, dan bisa diulang adalah salah satu cara praktis kemudahan itu benar-benar bisa Anda pakai.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa arti "Muallim" pada rekaman Quran?

Muallim berarti guru. Pada rekaman Muallim Al-Husary, setiap frasa dibacakan lalu diikuti jeda, sehingga rekaman ini bekerja seperti seorang guru yang membacakan satu baris lalu menunggu murid mengulanginya, bukan membacakan surah secara terus-menerus.

Rekaman Al-Husary mana yang sebaiknya dimulai lebih dulu?

Untuk hafalan dalam riwayat Hafs an Asim, ia punya dua pilihan: rekaman Murattal biasa dan rekaman Muallim. Gunakan rekaman Muallim saat Anda membutuhkan jeda siap pakai untuk pengulangan, dan rekaman Murattal biasa setelah satu bagian stabil dan Anda mengikuti bacaan, bukan mengulang baris demi baris.

Apakah rekaman Warsh Al-Husary berguna jika saya menghafal dalam riwayat Warsh?

Ya. Ini adalah bacaan Murattal lengkap untuk seluruh 114 surah dalam riwayat Warsh an Nafi, yang memberi pendengar yang menghafal dalam riwayat tersebut tempo lambat dan rata yang sama seperti yang membuat rekaman Hafs-nya berguna untuk hafalan.

Apa beda rekaman Muallim dan Mujawwad?

Rekaman Muallim berhenti setelah setiap frasa agar Anda bisa mengulanginya, dan dibuat untuk latihan. Rekaman Mujawwad lebih lambat dan lebih berhias, dibuat untuk duduk mendengarkan, bukan mengulang baris demi baris.

Sumber

  • Terjemahan Kemenag
  • Tafsir Ibnu Katsir
  • Sunan Abi Dawud 1468, dinilai sahih oleh al-Albani